Senin, 25 November 2024

TERTARIK KEPADA KIRI ?

      













 Di sebuah perpustakaan umum yang terletak di tengah kota ramai, perpustakaan yang memiliki banyak sekali buku referensi dari ujung  hingga ujung, suasananya yang sangat tenang seperti hamparan padang rumput yang luas, ada seseorang yang sedang membaca buku sambil meminum kopinya. Dia sepertinya sangat serius dengan apa yang ia baca, ya banyak sekali orang yang seperti itu di perpustakaan ini karena disinilah semua referensi ada, semua kebahagiaan, ketenangan, ilmu dan bahkan komunitas seperti tak ada yang kurang dari perpustakaan ini.

      Sherry, Seorang yang sangat suka membaca buku bahkan dia sampai rela Berjam jam untuk membaca semua buku di sebuah rak yang sangat besar bak truck pembawa kontainer, yaa dia memang memiliki hobi membaca sejak dia masih kecil. Di masa remajanya ini dia mulai suka membaca baca buku buku filsafat, politik, sosial, dan bahkan ideologi. 

      Sherry berjalan mencari sebuah buku yang ingin dia baca ia mencari di antara rak rak buku filsafat yang sangat banyak, saat sedang mencari ia terpaku oleh sebuah buku yang berwarna merah seperti darah. Lalu dia mengambil buku tersebut dan membaca judulnya “KIRI”, la bergumam di pikirannya “ buku apa ini? Hmmm seperti buku yang menarik tetapi seperti membahayakan, apakah buku ini aman untuk di baca?” dan ia pun berpikir untuk membacanya karena ia takut bahwa buku ini itu memiliki isi yang kelam dan kejam. Tetapi dia penasaran dengan isi buku tersebut dan akhirnya mulai berfikir untuk membacanya agar rasa penasarannya hilang.

      Ia pun mulai membuka halaman pertama dari buku tersebut dan mulai membacanya, lalu ia mulai tertarik untuk terus membaca buku tersebut karena isinya sangat menarik tak seperti apa yang dibayangkannya. Ketika di pertengahan ia membaca ada sebuah kata yang sangat menarik “Jangan melihat dengan telinga tapi melihat lah dengan mata” ia pun berpikir bahwa kata kata tersebut seperti menyindir dirinya karena saat melihat buku tersebut ia bermula sangat cemas akan isinya tetapi ternyata ia salah. 

      Di tengah tengah ia berfikir tentang isi buku tersebut tiba tiba ada sebuah keributan yang terjadi di perpustakaan, karena rasa penasaran yang tinggi ia langsung berlari mencari asal dari keributan tersebut, lalu ia melihat dua orang dewasa yang sedang berdebat dengan hebat entah apa yang mereka bahas tapi ia hanya mendengar kata “KANAN” dan “KIRI”. Dan satpam pun datang untuk melerai kedua orang tersebut, mereka di usir pergi dari perpustakaan karena menimbulkan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain.

     Sherry pun akhirnya melanjutkan buku yang ia baca setelah keributan itu selesai, dan ketika ia ingin melanjutkan membacanya tiba tiba ada pengumuman bahwasanya perpustakaan akan di tutup siang ini dikarenakan ada renovasi besar-besaran dan pengunjung perpustakaan diharapkan untuk meninggalkan perpustakaan. Ia pun bergegas untuk mengambil buku buku yang ingin dibacanya agar tidak gabut ketika perpustakaan tersebut tutup sementara waktu. Sesampainya di kasir ia pun mengisi formulir peminjaman buku ia mengisi formulir tersebut cukup lama karena buku yang ingin ia pinjam sangatlah banyak bahkan jika ditumpuk tingginya seperti Monas. Setelah ia menulis formulir peminjaman kemudian ia pun keluar perpustakaan dengan membawa buku buku yang dipinjamnya.

     Ketika berjalan menuju rumah ia melihat sebuah bar yang sepertinya sangat ramai dan asik untuk di tuju, lalu dengan santai dengan buku di tangannya ia pun masuk ke bar tersebut lalu langsung duduk di bangku dekat dengan bartender yang sangat ramah, lalu ia memesan sebuah minuman yang sepertinya enak untuk di coba, sambil menunggu pesanannya selesai dibuat ia melanjutkan membaca buku yang ia temui tadi, ketika ia sedang membaca tiba tiba bartender batuk tetapi itu seperti bukan batuk, dan ia pun bertanya kepada bartender tersebut “ apakah pesanan saya sudah jadi” bartender hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia pun penasaran “ apakah dia sakit? Atau ada kode yang ia lontarkan” ungkapnya karena ia adalah seorang yang sangat pemikir bahkan hal hal kecil yang tidak terlihat penting pun di pikirkan olehnya.

     Lalu tiba tiba ada seseorang yang duduk di sebelah kirinya dan orang tersebut bertanya padanya “hey apakah kau suka dengan buku itu?” Sherry pun hanya mengangguk dan orang tersebut tiba tiba berkenalan “ hai aku Calvados, aku tau buku tersebut membahas tentang apa dan itu memang sangat menarik” Sherry pun akhirnya penasaran dan bertanya padanya “ apakah kamu tau isi tentang buku ini ? coba jelasin dong aku penasaran soalnya, btw nama ku Sherry”, Calvados pun akhirnya menjelaskan dan menceritakan isi dari buku tersebut.

     Sherry pun akhirnya semakin tertarik dengan buku tersebut dikarenakan penjelasan Calvados yang sangat menarik dan mudah untuk di pahami, dan Calvados pun kembali menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan Kiri dari buku tersebut. Calvados pun menceritakan sebuah ideologi kiri yang bernama Komunis kepada Sherry, dia bercerita bahwasanya Komunis itu adalah ideologi yang berkenaan dengan filsafat, politik, sosial, dan ekonomi yang tujuan utamanya menciptakan masyarakat dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara.

      Sherry pun semakin tertarik dengan hal tersebut, namun tiba tiba bartender batuk kembali dan ia memberikan pesanan milik Sherry, lalu Sherry pun meminum minumannya yang ia pesan tadi dan rasanya memang sangat lah enak. Lalu Calvados pun ikut memesan apa yang Sherry pesan, dan sambil menunggu pesanannya datang Calvados pun melanjutkan penjelasannya tentang Komunis. Sherry pun sepertinya mulai tertarik kepada Komunis tetapi tiba tiba “ Jangan mudah tertarik “ kata bartender. Sherry pun tidak tau apa yang di maksud bartender tersebut.

       Di tengah penasaran apa yang di katakan bartender tiba tiba datang seseorang yang duduk di sebelah kanannya dan dia pun tiba tiba menyela pembicaraan Calvados “ Hey Bung apakah kau itu kiri “ Calvados pun hanya tersenyum tipis dan sedikit menganggukan kepalanya. Lalu dia tiba tiba menjelaskan kelemahan kelemahan dari ideologi kiri Komunis tersebut bahwasanya ideologi itu sangat lah tidak masuk akal. Sherry pun melihatnya dia, berpakaian bak koboi-koboian di tengah gurun dengan lencana berbentuk bintang yang bertuliskan Vodka “ mungkin itu namanya “ gumam Sherry.

       Setelah melihat orang tersebut ia pun berfikir bahwa nama dia memang lah Vodka dan Sherry pun akhirnya bertanya “ memangnya apa saja sih kelemahannya ? “ Vodka pun menjawab dengan senang hati. “Kelemahan kelemahan ideologi tersebut diantaranya individualisme: Sistem pemerintahan komunis dapat mengurangi inisiatif dan kreativitas individu karena memprioritaskan kepentingan bersama di atas kepentingan individu. Birokrasi yang berlebihan: Sistem pemerintahan komunis memerlukan banyak birokrasi dan administrasi untuk mengatur ekonomi dan politik.”, Dan Vodka pun menjelaskan lagi “ bukan itu saja, Kurang efisien dalam mengalokasikan sumber daya, tidak ada kebebasan berpendapat, hak-hak individu ditolak, membunuh rasa nasionalis, dan tentu saja ideologi tersebut tertutup”.

       Dan akhirnya Vodka pun berkata bahwasanya kanan lah yang terbaik dengan ideologi seperti Liberal dan Kapitalis, Sherry pun dengan penasaran bertanya seperti apa memangnya ideologi kanan tersebut. Vodka pun menjelaskan tentang ideologi Liberal terlebih dahulu “ ideologi dengan pandangan politik dan moral yang menekankan kebebasan individu, persamaan di hadapan hukum, dan persetujuan dari yang diperintah dan kata “liberal” berasal dari bahasa Latin liber yang berarti “bebas”. Lalu Vodka pun menjelaskan kelebihan dari liberalisme tersebut bahwasanya liberal itu hak pribadi dilindungi Liberalisme mendukung hak-hak individu dan kepemilikan pribadi, kebebasan berpendapat Liberalisme mendukung kebebasan berpendapat, majunya industri dan sektor swasta Liberalisme mendukung sektor swasta yang bersifat demokratis, pengaruh rakyat dalam demokrasi liberal, suara dan pendapat rakyat diutamakan.

       Sherry pun terpukau dengan penjelasan dari Vodka tersebut dan ia pun kembali bertanya tentang kapitalis yang Vodka katakan tadi. Vodka pun dengan gembira dan lanjut menjelaskan “ ya saya akan lanjut menjelaskan tapi saya pesan minum dulu” bartender pun mulai membuat pesanan milik Vodka, lalu Vodka pun lanjut menjelaskan tentang kapitalis “ kapitalis itu”. Sebelum Vodka melanjutkan penjelasannya tiba tiba Calvados menyela dan mengatakan kalau liberal itu sangat buruk karena memiliki kelemahan yang bisa membuat sebuah negara kacau, Sherry pun bertanya-tanya “ memangnya apa kelemahannya ?” Dan Vodka pun juga ikut memancing pernyataan tersebut “ apa coba kelemahannya? Jelasin dong jika kau bisa!” dengan nada mengejek dan suara yang berat. Lalu Calvados pun menjelaskan kelemahan kelemahan dari Liberalisme “Akan terjadi monopoli di mana-mana dalam masyarakat. Meratakan pendapatan tidak mudah karena persaingan pasar bebas. Masyarakat yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Munculnya persaingan kotor atau tidak sehat” dan Calvados dengan nada tinggi “ YANG KAYA MAKIN KAYA YANG MISKIN DENGAN MUDAH DI TINDAS OLEH ORANG YANG KAYA AGAR MEREKA BISA LEBIH KAYA” itulah kelemahan dari Liberalisme kata Calvados.

       Sherry pun semakin bingung dengan perdebatan mereka berdua dia pusing untuk memilih yang mana “ kanan atau kiri ? Mana yang lebih baik” katanya. Calvados pun menjawab dengan sangat pedenya “ Kiri lebih baik karena semua setara tak ada sistem kelas seperti kanan yang dapat membuat orang lain tertindas oleh orang yang kaya, tak ada jual beli Hukum seperti kanan! Dan semuanya hidup setara tanpa terkecuali”. Lalu Vodka menjawab dengan nada meledek dan sedikit tinggi “ ah ideologi kiri hanyalah sebuah Utopis. Tak ada yang nyata dan hanya angan angan semata ideologi para diktator jahat yang membuat rakyatnya kelaparan dan menimbulkan kesengsaraan. Hahahahaa kau pikir ada negara yang berhasil menggunakan ideologi kau ? Tak ada kan Uni Soviet saja sudah runtuh di telan zaman, negara Kanan lah yang berhasil membuat mereka menjadi negara adidaya karena menggunakan ideologi ku. Kau hanyalah bandit merah yang lemahh! Hahahaha”.

     Sherry pun menjadi cukup gelisah karena perdebatan mereka mulai memanas dan dia pun hanya bisa melihat tanpa bisa memisahkan karena mereka sama sama kuat dan tangguh dalam argumen argumennya. Yang kiri seperti bandit merah yang sedang emosi sampai mukanya memerah seperti iblis dan kanan juga sama tetapi dia lebih jahat dari yang dilihat. Lalu secara tiba tiba bartender pun menyela perdebatan mereka “ hey ini pesanan mu Vodka”. Vodka pun menerima pesanan tersebut dan meminumnya, lalu bartender pun berbicara kepada Sherry “ hey kau berhati hati saja terhadap mereka berdua karena perdebatan tentang politik dan ideologi itu sangat lah berbahaya, sebaiknya kau berhati hati”. Sherry pun hanya mengangguk sambil minum dan berterimakasih kepada bartender. Dalam suasana yang seperti ini Sherry hanya dapat melihat perdebatan tanpa bisa berkata kata, dia terpaku bagai sebuah tiang yang tak bisa berpindah tempat.

     Lalu suasana semakin memanas dimana Calvados mengatakan dengan nada meledek dan songonnya “ hey kau bodoh!, kau pikir ideologi mu bagus kau hanya bisa menginvasi negara negara lain seperti di Timur Tengah dan mengambil sumber dayanya yang ada disana dan membunuh ribuan bahkan jutaan orang tanpa belas kasihan. Dengan mengatasnamakan kebebasan padahal itu semua hanyalah penderitaan! Kau tau berapa korban yang kau rebut ? Seperti jutaan mayat di negara Suriah, Iran, Iraq? Menuduh negara lain memiliki senjata pemusnah massal! Dan kau tak menemukannya? Dan lalu kau hanya mengambil emas dan minyak mereka, dasar kau pengecut!”. Yaa rata rata negara barat yang menggunakan sistem kanan hanya bisa menginvasi dengan alasan kebebasan dan kemanusiaan padahal sejatinya mereka hanya mencuri sumber daya yang ada disana.

     Sherry pun kaget dan tercengang atas pernyataan dari Calvados “ apakah benar ?” ungkap Sherry, Vodka hanya bisa diam terpaku dan tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Lalu Calvados pun meledeknya “ dasar ideologi sampah hanya bisa membuat orang lain menderita demi kepentingan pribadi. Hanya terlihat bagus di cover saja tak bagus di isi Cih!”. Sherry pun semakin penasaran dengan kedua ideologi tersebut dan mulai berfikir untuk menggabungkan kedua ideologi tersebut. Di tengah-tengah Sherry berfikir Vodka pun memberikan pernyataan bahwa “ kau juga sama Calvados. Ideologi kau hanya bisa membuat orang lain menderita secara bersama tanpa terkecuali, membunuh secara perlahan-lahan dan tak terlihat tetapi sangat menyakitkan!!”.

      Tiba tiba Vodka berdiri dan membentakan tangannya ke meja dengan keras dan emosi, brakk “ hey kau pengecut sini kita duel saja”, kata Vodka sambil menodongkan pistol Sherif ke kepala Calvados. Calvados hanya tersenyum kecil dan berbicara sambil melihat tatapan Vodka dan pistol Sherifnya “ hey kau kalah berargumen kok mainnya kasar dasar pengecut! Lagi pula itu ada tulisan mainan di pistol mu”.sambil tertawa kecil Vodka pun mengambil pistol kedua yang ada di saku kanannya dan itu memang benar benar pistol sungguhan “ hahaha itu hanyalah gertakan saja”, dia kembali menodongkan pistolnya ke Calvados.

     Sherry pun ketakutan dan langsung melompat ke tempat bartender untuk melindungi dirinya, bartender dengan peka melindunginya dan menenangkan Sherry agar tak panik dan trauma dalam situasi seperti ini. Calvados pun ikut mengeluarkan senjatanya, Palu dan Arit pun di keluarkan dan ditodongkan  kepada Vodka yang sudah menodongkan pistolnya duluan sambil tersenyum mengejek Calvados “ dasar kau pengecut! Kau pikir hanya kau saja yang punya senjata ? Hahaha aku juga punya dan bisa menebas mu dalam sekali tebasan pengecut!”.

     Dalam ketegangan dan ketakutan Sherry hanya bisa melihat di balik meja bartender dan berfikir untuk kabur dari bar tersebut. Tetapi saat mereka berdua akan saling menyerang tiba tiba ada seseorang yang masuk ke bar tersebut, dan berkata “Stop”, Sherry, bartender, Calvados dan Vodka pun menoleh ke orang tersebut. Orang tersebut menggunakan jubah dan masker serta memiliki aura yang kuat bersiluet hitam dan dia seperti memancarkan cahaya dari luar dan menerangi bar tersebut. Oh ternyata ada seseorang yang menyenteri dia dari belakangnya yang membuat mereka pun terheran heran.

       Lalu orang tersebut berdiri dengan pede dan lantang, “ hey kalian ngapain ribut ribut di bar seperti ini, dari tadi sepertinya berdebat tentang ideologi. Ideologi kalian berdua itu bisa di kalahkan dengan mudah oleh ideologi yang ku pelajari ini” kata dia. Sherry pun dengan penasaran bertanya tentang ideologi yang dianut dan di pelajari oleh orang tersebut, Vodka dan Calvados pun sama penasarannya karena pernyataan dari orang tersebut yang sangat berani.

       Dengan rasa bangga orang tersebut menjelaskan tentang ideologinya “ ya ideologi saya itu Islam yang dimana seperangkat ide, nilai, keyakinan, dan cita-cita yang menjadi landasan untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan. Ya semua yang saya lakukan itu berlandaskan Islam baik ekonomi, politik, budaya dan sebagainya” dia menjelaskan dengan sangat detail apa itu ideologinya dan Islam seperti apa, sampai sampai Sherry pun ikut terpukau karena penjelasannya yang sangat mudah di pahami dan terasa santai dengan hawa yang dingin. Dan setelah penjelasan tersebut Sherry mulai berfikir lagi tentang penggabungan ideologi ideologi yang tadi di debatkan dan dia sangat penasaran hingga dia semangat dan optimis untuk mempelajari semua itu.

      Setelah penjelasan penjelasan yang orang tersebut sampaikan selesai dia pun pergi dan petir pun seperti menyambar dan dia tiba tiba saja orang tersebut menghilang entah kemana, oh ternyata ada orang yang sedang memperbaiki listrik di dekat pintu. Lalu di susul juga oleh Calvados yang pergi ke arah kiri dan Vodka yang pergi ke arah kanan. Hanya tersisa Sherry dan bartender di dalam, Sherry pun hendak pergi dan membayar pesanannya tadi tetapi bartender tiba tiba berbicara dengan nada yang halus dan lembut “ hey kau sudah kan liat debat tadi? Kau harus bisa mempelajari semuanya agar kau tidak bingung, karena itu sangatlah riskan dan lumayan memusingkan”.  Sherry pun mengiyakan apa yang bartender maksud karena sepertinya bartender itu memahami banyak hal yang baru saja di bahas tadi cuman dia hanya bisa diam dan tidak berkata banyak , mungkin dia hanya ingin mengamankan dirinya agar tidak terjerumus ke masalah tadi yang lumayan membuat jantung copot.

     Setelah Sherry membayar pesanannya dan berterimakasih kepada bartender dia pun pergi untuk kembali kerumahnya. Di perjalanan pulang dia masih berfikir tentang penggabungan ideologi ideologi tadi yang sepertinya cukup asik untuk di gabungkan dan di pelajari kembali. Lalu dia pun sepertinya mulai senang dengan apa yang ia pikirkan bahkan di jalan pulang pun seperti tertawa bahagia dan bangga dengan apa yang ia liat tadi. Tidak ada yang membuat dia menjadi trauma atas kericuhan tadi, walaupun tadi dia melihat perdebatan yang sangat panas dan cukup menegangkan karena sampai saling todong menodong senjata.

    Sesampainya dirumah dia pun lanjut mempelajari ideologi ideologi tadi dan beberapa kejadian kejadian yang di jelaskan di bar saat mereka berdebat. Dia bermula mula mempelajari kapan Uni Soviet runtuh dan apa penyebabnya, dan mengapa kiri sering dianggap dengan ideologi tanpa Tuhan. Dia pun mulai membaca membaca artikel yang berada di dunia internet dan dia menemukan kapan dan penyebab Uni Soviet runtuh dia pun membaca artikel tersebut “Pada 25 Desember 1991, Gorbachev mengundurkan diri sebagai pemimpin, dan Uni Soviet kemudian bubar seminggu kemudian, tepatnya pada 31 Desember 1991. Dan Penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah karena kondisi ekonomi yang kian menurun dimulai pada tahun 1980 an.” Dan dia akhirnya paham mengapa kejadian tersebut bisa terjadi dan apa yang bisa di ambil dari kejadian tersebut pun dia dapatkan.

    Lalu dia juga membaca artikel tentang perang Irak VS Amerika yang membuat banyak orang meninggal “ Secara politik, serangan AS terhadap Irak didasari atas kepentingan AS untuk menyebarkan paham demokrasi di Timur Tengah, memerangi ancaman terorisme, mempertahankan kepemimpinan global AS dan melindungi eksistensi Israel. Secara ekonomi, AS sangat berkepentingan terhadap mengalirnya minyak secara lancar ke negerinya. Korban Perang Irak vs Amerika adalah: Lebih dari 100.000 warga sipil tewas, Hampir 4.500 tentara AS tewas.” Dan ia pun terkejut dengan apa yang ia baca karena ternyata yang kelihatannya baik malah lebih jahat dari yang kelihatannya jahat.

    Kemudian ia melanjutkan dengan memahami ideologi Islam dan apa saja kejadiannya karena orang yang tadi menjelaskan ideologi Islam tidak menjelaskan kejadiannya, ia pun mencari dan ternyata itu tidak semudah yang tadi karena ideologi ini cukup tertutup dan memiliki pengikut yang mungkin tidak sebanyak kanan dan kiri. Tetapi dia tetap semangat dan pantang menyerah untuk mencarinya, kemudian dia hanya mendapatkan artikel yang menjelaskan pemberontakan NII/DII yang berada di Indonesia dan ia pun akhirnya membacanya “Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) adalah konflik politik pertama pasca kemerdekaan Indonesia yang bertujuan mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Pemberontakan ini berlangsung di beberapa daerah, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Pemberontakan ini dimulai di Jawa Barat oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo pada tahun 1948-1949. Alasan pemberontakan berasal dari ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Di Jawa Barat, Kartosuwiryo membentuk DI/TII sebagai bentuk protes dan ketidakpuasannya atas persetujuan Renville dengan Belanda yang membuat Indonesia belum mampu sepenuhnya lepas dari penjajahan Belanda.” Dan ia mulai paham dengan ideologi ideologi yang tadi ia baca.

     Kemudian karena kelelahan dia pun berbaring. Ia lalu membuat sebuah buku yang menggabungkan ideologi ideologi yang telah ia pelajari, dan juga memberikan buku tersebut kepada penerbit agar buku tersebut dapat di terbitkan, lalu penerbit itu pun menerima buku tersebut tetapi harus di cek terlebih dahulu agar aman bagi pembaca dan dapat diterbitkan dengan aman. Lalu Sherry pun menunggu di ruang tunggu sambil berfikir dengan karya yang telah ia buat, dan akhirnya karya tersebut telah di cek dan di nyatakan aman untuk di terbitkan.

     Kemudian buku tersebut pun di terbitkan oleh penerbit dan tanpa menunggu waktu yang lama tiba tiba buku tersebut booming di seluruh negeri bahkan di belahan dunia lain sampai sampai politikus dan para pakar buku pun juga ikut membeli dan membacanya. Ternyata mereka membeli buku tersebut karena penasaran dengan hasil dari gabungan antara ideologi kanan, kiri dan Islam. Dan itu buku pertama yang menggabungkan ketiga ideologi tersebut.

     Karena karyanya tersebut Sherry pun terkenal di seluruh penjuru dunia bahkan anak kecil sampai orang tua pun tau siapa Sherry itu, kemudian ia pun berfikir kembali untuk berpidato di depan umum tentang ideologi yang ia ciptakan dan sekaligus menyatakan bahwa ideologi tersebut itu lebih baik daripada ideologi yang lain. Kemudian ia pun akhirnya memberanikan diri untuk berpidato di depan umum dan sekaligus menonjolkan ideologinya, 

     Lalu ia pun berpidato di depan khalayak umum yang ramai bagaikan koloni semut merah dan ia pun akhirnya berbicara dengan nada yang menggebu-gebu dan sangat lantang yang menyatakan bahwa ideologi ini adalah ideologi terbaik bahkan lebih baik dari yang lain, ideologi ini bernama Alisacnap yang dimana ideologi ini berisi kesetaraan, ketuhanan, keadilan bagi seluruh rakyat, kemanusiaan yang beradab dan adil, persatuan, musyawarah dan mufakat, peri kebangsaan, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial serta memiliki moralitas yang baik. ketika di tengah tengah berpidato ia melihat ke atas sebuah gedung dan melihat ada seseorang yang berpakaian full hitam dan tak terlihat mukanya, yang sedang memegang sebuah senapan panjang yang mengarah kepadanya dengan laser berwarna hijau. Lalu ia melihat gedung lain ternyata di atas gedung tersebut terlihat tiga orang yang sedang berdiri entah sedang apa yang mereka lakukan, karena hanya memandangnya yang membuat hal tersebut cukup menakutkan.

   Kemudian pidato pun selesai dan akhirnya Sherry pun menutup pidato tersebut dengan kata kata yang membuat para pendengar semangat dan bangga, ia pun berterimakasih dan meminta maaf kepada para pendengar jika dia merasa kurang dan salah. Lalu dengan badan sedikit gemetar dan lemas ia pun beranjak pergi dari panggung itu. Tiba tiba ketika ia sedang ingin turun dari panggung tersebut ia tersandung dan akhirnya terbangun dari mimpinya. Ia pun merasa bingung dan ia berkata “ apakah bisa ? “




       

SELESAI 


By: Danendra Panduwijaya 

Note: ini hanya khayalan semata tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata

" Semua orang dapat melakukan apa yang ingin mereka lakukan tetapi tidak mengganggu sekitarnya"