Kamis, 13 Februari 2025

Gita

Gita yang kau berikan

Telah membuatku jatuh penasaran,

Tanpa adanya kata yang abimata

Entah mengapa aku tetap menyukainya,

Aku tahu bahwa semua ini hanyalah fana


Namun, di balik fana yang sementara,

Tersimpan makna yang tak terhingga.

Gita itu bukan sekadar suara,

Namun, getaran jiwa yang menyala.


Abimata, bukan berarti tak bermakna,

Justru di sana, cinta berbicara.

Tanpa kata, ia menjelma rasa,

Menyentuh kalbu, paling dalamnya.


Fana, ya, semua kan sirna,

Namun, cinta abadi, takkan pernah pudar.

Gita ini adalah jembatan jiwa,

Menghubungkan kita, dalam suka dan duka.


Mungkin aku jatuh dalam kepasrahan,

Namun, di sana, kutemukan keindahan.

Gita ini adalah hadiah Tuhan,

Untukku, yang sedang mencari jawaban.


Terima kasih, atas gita yang kau beri,

Walau fana, ia tetap berarti.

Kan ku simpan dalam hati ini,

Sebagai pengingat, cinta sejati.




-Anonim 

Rabu, 05 Februari 2025

Karuna

Di persimpangan jalan, jiwa terluka

Dalam sunyi kalbu, asa sirna

Terjebak dalam nirwana nestapa

Di seutas tali, takdir 'kan tiba


Namun, di balik gelapnya malam

Seberkas cahaya, hadirkan senyum

Tangan terulur, penuh karuna

Bebaskan jiwa, dari lara nestapa


Bukan aku, yang pantas menerima

Namun, kaulah dewa penolong jiwa

Dengan hati tulus, penuh kasih

Kau berikan aku, kesempatan suci


Dunia baru, terbentang di sana

Dengan warna-warni, bukan lagi hampa

Senyum merekah, air mata mengering

Kebahagiaan datang, jiwa pun berseri


Kini ku tahu, hidup itu anugerah

Tak ternilai harganya, jangan menyerah

Meski terjal, jalan yang kupijak

Kan ku tempuh, dengan langkah mantap


Terima kasih, atas karuna itu

Untuk kembali, menjadi diriku

Janji ku, kan ku jaga selalu

Hidup ini, kan ku isi dengan arti


- Anonim ( tidak diketahui )

Jeda

Di bibir jurang, jiwa terjerat

Dalam sunyi malam, hati berkarat

Asa hilang, nyawa terancam

Di seutas tali, takdir 'kan datang


Namun, di balik pekatnya duka

Secercah harapan, hadir seketika

Bisikan lembut, sentuhan hangat

Kembali hadir, beri semangat


Tangan terulur, bebaskan ikatan

Lepaskan jiwa dari keterpurukan

Kesempatan kedua, bagai mentari

Hangatkan hati, beri warna-warni


Dunia baru, terbentang indah

Dengan sejuta warna, bukan lagi hampa

Senyum merekah, air mata mengering

Kebahagiaan datang, jiwa pun berseri


Kini ku tahu, hidup itu anugerah

Tak ternilai harganya, jangan menyerah

Meski terjal, jalan yang kupijak

Kan ku tempuh, dengan langkah mantap


Terima kasih, atas kesempatan itu

Untuk kembali, menjadi diriku

Janji ku, kan ku jaga selalu

Hidup ini, kan ku isi dengan arti


-Anonim ( tidak diketahui )

Titik Balik

Di ujung tali, bayangan hitam

Menari-nari, bisikkan keputusasaan

Terjebak dalam sunyi, jiwa terancam

Nafas tercekat, harapan kian pudar


Namun, di balik gelapnya malam

Secercah cahaya, menembus kelam

Bisikan lembut, sentuhan hangat

Kembali hadir, beri semangat


Tangan terulur, lepaskan ikatan

Bebaskan jiwa dari keterpurukan

Kesempatan kedua, hadirkan harapan

Untuk kembali, berjuang dan bertahan


Dunia baru, terbentang luas

Dengan warna-warni, bukan lagi hampa

Senyum merekah, air mata mengering

Kebahagiaan datang, jiwa pun berseri


Kini ku tahu, hidup itu indah

Anugerah Tuhan, tak ternilai harganya

Meski terjal, jalan yang kupijak

Kan ku tempuh, dengan langkah mantap


Terima kasih, atas kesempatan itu

Untuk kembali, menjadi diriku

Janji ku, kan ku jaga selalu

Hidup ini, kan ku isi dengan arti





-Anonim ( tidak diketahui )