KHAYALAN HIJAU
Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah jendela kaca yang sedikit berdebu, membentuk garis-garis emas panjang di atas permukaan meja kayu. Di dalam kelas yang masih sunyi itu, partikel debu tampak menari-nari dalam sorotan lampu alami.
Di pojok kanan kelas itu terdapat murid perempuan yang sedang menatap jendela yang penuh dengan debu, matanya malas dan sepertinya moodnya sedang tidak baik, dia seperti orang yang sangat bosan dengan kehidupan entah apa yang ada dipikirannya pagi pagi begini.
Ternyata murid perempuan itu bernama Aralie, dia murid yang pintar sekaligus suka merangkai kata kata tetapi entah kenapa sifatnya yang gampang bosan itu seperti membuat dirinya merasa sepi dan malas dengan kehidupan, Aralie itu tipe orang yang pendiam dan malas berbicara ke orang yang baru dia kenali, kalau kata teman teman kelasnya Aralie sangat introvert dan malas untuk bersosial, mungkin itu alasan Aralie duduk dipojok kelas, karena biasanya dipojok kelas itu terasa lebih sunyi dan tentram.
Walaupun duduk di pojok kelas Aralie memiliki teman sebangku yang sangat ekstrovert berbanding terbalik dengan Aralie, namanya Levi dirinya tinggi dan memiliki badan yang sangat keren atau mungkin sedikit gagah tomboy entah disebut apa dan style baju yang kece abis kalau kata teman teman kelasnya, Levi tipe anak yang berenergi dan seperti bisa membuat orang orang tertarik kepadanya untuk mengobrol lama seperti sebuah tongkrongan malam di angkringan.
Pagi itu ketika Aralie sedang bengong menatap jendela Levi masuk kelas dengan antusiasnya dan menyapa Aralie yang sedang bengong tadi “ hey Aralie mett pagii “, Aralie menjawab dengan simple saja seperti introvert pada umumnya “ pagi “, Levi pun segera membuka obrolan dengan semangat penuh banyak topik yang bisa dibahas sepertinya “ hey pagi pagi gini udah bengong aje ni ye, Aralie kamu tau ga kalau sekolah kita masuk Adiwiyata Nasional “, Aralie yang masih setengah bengong itu bertanya kepada Levi “ emangnya Adiwiyata tu apa kok kamu keknya semangat banget dehh sekolah masuk Adiwiyata Nasional “.
Sebelum sempat menjelaskan tiba tiba bel masuk berbunyi dan jam pertama pembelajaran dimulai, Guru pun memasuki kelas dan menyapa murid muridnya “ Selamat pagi anak anak, bagaimana kabar kalian pagi ini ? Pasti semangat dong “, lalu teman teman kelas pun menjawab dengan semangat pagi “ pagii Buu Shani, baikk Bu “, kemudian Bu Shani dengan semangat dan antusiasme yang tinggi memberikan kabar baik yang didapat oleh sekolah, teman teman kelas sepertinya mereka sudah pada tau apa kabar baik itu tetapi mereka tetap mendengarkan dengan seksama, “ Jadiii ada kabar baik nih anak anak untuk sekolah kita “, kemudian ditimpali “ apa itu Bu ? “, “ Jadii sekolahh kita mendapatkan branding atau status sebagai sekolah Adiwiyata Nasional!! “, satu kelas bersorak gembira karena senang ada kata nasionalnya atau emang mereka tau apa itu Adiwiyata.
Tetapi sepertinya Aralie tidak terlihat senang atau malah hanya acuh tak peduli apa itu branding Adiwiyata Nasional, Bu Shani yang menyadari itu langsung bertanya kepada Aralie “ Aralie kenapa kamu seperti biasa saja dengan kabar baik ini ? “ , kemudian Aralie pun menjawab dengan sungkan “ tadi pagi sebelum bel masuk Levi sudah ngasih tau duluan Bu tentang Adiwiyata Adiwiyata itu “, Bu Shani dengan penasaran bertanya kepada Aralie seberapa tau dia tentang Adiwiyata, Aralie hanya menggeleng tidak tau karena Aralie dan Levi belum melanjutkan obrolan itu.
Kemudian Aralie pun dengan sungkan mencoba bertanya kepada Bu Shani tentang Adiwiyata “ Bu Shani emang apasih Adiwiyata itu ? kenapa orang orang seneng banget sama brandingan itu ? “ Bu Shani dengan semangat menjelaskan apa itu Adiwiyata “ jadi gini, Adiwiyata itu program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Tujuannya, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah, sekaligus membentuk karakter warga sekolah agar bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup “, Aralie penasaran akan penjelasan Bu Shani, Aralie terus bertanya tentang apa itu Adiwiyata dan Bu Shani menjawab pertanyaan pertanyaan Aralie dengan penuh kesabaran dan antusias.
Tak terasa bel istirahat pun berbunyi Bu Shani pamit dari kelas dan Aralie pun beristirahat, dia bukan tipe orang yang suka istirahat lalu membeli jajan di kantin, entah apa alasannya Aralie tidak membeli jajan di kantin entah karena ramai atau malas yaaa begitulah sifatnya, berbeda dengan Levi yang langsung membeli jajan di kantin ketika bel berbunyi.
Ketika Levi sedang membeli jajan Aralie di kelas mencari validasi atau kebenaran dari yang dijelasin oleh Bu Shani tentang Adiwiyata yang menjadi branding sekolahnya, Aralie mencari informasi lewat internet dan beberapa teman temannya, Yahh begitulah Aralie bisa berinteraksi ketika menginginkan sesuatu tentunya.
Ketika sedang mencari kebenaran tentang Adiwiyata di Internet, tiba tiba Aralie dihampiri oleh temannya yang bernama Delynn dan Oline, Aralie sedikit gugup karena Delynn dan Oline itu anak yang sangat terkenal di kelas atau bahkan sekolah, yaaa bisa dibilang mereka adalah artisnya sekolah karena Delynn suka live dengan gimink menarik dan Delynn memiliki sebutan gadis Shanghai karena kecantikannya, dan Oline yang kalem dan anggun seperti ballerina, yaaa karena Oline memang anak balet sihh.
Walaupun gugup Aralie tetap berinteraksi dengan mereka dengan santai, ternyata Delynn dan Oline juga penasaran tentang apa itu Adiwiyata dan kata mereka sekolah akan mengadakan sebuah program karena ada branding sekolah Adiwiyata Nasional ini, Aralie dengan penasaran bertanya “ emang mau ada program apa ? “ Delynn menjawab “yang ku tau burung saja sihh tentang bekal makanan yang menggunakan wadah sendiri sama botol minum juga “, lalu Oline menambahi “ iyaa sama katanya nanti ada program zero apa itu zero sampah apa gituuu, katanya sih mengurangi plastik gitu sama kalau pergi ke kantin harus pakai wadah sendiri “, Aralie pun makin penasaran, tetapi Aralie sudah terbiasa dengan membawa bekal karena hari harinya selalu membawa bekal dan malas untuk pergi ke kantin.
Ketika Aralie asik mengobrol dengan Delynn dan Oline, Levi pun akhirnya kembali dari kantin dan langsung ikut nimbrung di obrolan tersebut, Levi juga memberikan jajan yang dibelinya untuk menemani mereka ngobrol, yaaa seperti itu lah obrolan bangku belakang yang rasanya seperti sidang paripurna. Ketika sedang asik mengobrol bel masuk berbunyi mereka langsung duduk ke tempat duduk masing masing dan siap melanjutkan pelajaran.
Di tengah tengah pembelajaran tiba tiba teman bangku depan Aralie mengajak Levi dan Aralie untuk nongkrong bersama di sebuah cafe dekat stasiun, Aralie dan Levi menerima tawarannya karena sepertinya mereka juga ingin nongkrong setelah sepulang sekolah. Bel pulang pun berbunyi mereka akhirnya pulang dan menuju ke cafe yang sudah disepakati.
Sesampainya di cafe Aralie dan Levi langsung memesan makanan dan minuman lalu mereka mencari tempat duduk, ternyata teman temannya sudah menunggu Aralie dan Levi, mereka dateng lebih dulu karena ketika pulang sekolah mereka langsung ke cafe tanpa mengganti pakaian, mereka adalah Nachia, Nala, Lana, Nayla. Mereka tipe orang yang sering berkelompok bahkan dikelas ada sebutan empat NA yang menjadi sebutan lingkaran pertemanan mereka, salah satunya ada pindahan dari Jepang yaitu Nayla.
Aralie dan Levi duduk dan mulai mengobrol bersama mereka, ternyata Levi langsung nyambung dan terlihat sangat asik mengobrol dengan mereka berbeda dengan Aralie yang masih menentukan frekuensinya untuk bisa masuk ke obrolan mereka, ditengah tengah obrolan Nayla tiba tiba membahas tentang Adiwiyata, Nayla sepertinya baru mendengar kata Adiwiyata karena di Jepang tidak ada kata Adiwiyata seperti di Indonesia “ teman teman saya ingin bertanya Adiwiyata itu memangnya apa ? Saat Bu Shani menjelaskan saya kurang paham dengan bahasanya, karena bahasa Indonesia saya masih kurang dan masih belum tahu semua kosa katanya “, lalu Aralie sambil sedikit tertawa menjelaskan ke Nayla tentang apa itu Adiwiyata, di sela sela mereka mendengarkan penjelasan Aralie tentang Adiwijaya yang didapatkan dari guru dan internet, pramusaji datang membawa pesanan mereka, “ terima kasih kak “ kata mereka kepada pramusaji.
Setelah mendengarkan penjelasan Aralie mereka sambil makan dan minum pesanan yang mereka pesan, ditengah tengah mereka makan Nala tiba tiba mengatakan tentang kabar burung yang ada di sekolah “ eyy kalian tau ga kabar burung tentang program yang Adiwiyata itu ?, besok katanya udah mau diterapin loh, coba deh lihat grup “, setelah mendengarkan Perkataan Nala mereka semua membuka grup, dan benar saja program yang akan menunjang branding Adiwiyata akan diterapkan besok dan programnya sesuai apa yang dikatakan Delynn dan Oline.
Setelah berbincang bincang tentang program dan menghabiskan makanan mereka semua akhirnya berpamitan dan pulang ke rumah masing masing, diperjalanan pulang Aralie penasaran bagaimana penerapan program yang akan diterapkan besok disekolahnya, Aralie memikirkan itu sampai tiba di rumah.
Sesampainya di rumah Aralie pergi ke kamarnya dan rebahan santai sambil scrolling sosial media, ketika sedang scrolling sosial media Aralie tiba tiba ingin bertanya kepada seseorang dan akhirnya Aralie melakukan chatting ke seseorang yang bernama Fritzy, Fritzy itu teman lama Aralie dan salah satu teman dekatnya walaupun berbeda sekolah mereka masing saling berkomunikasi, sekolah Fritzy ternyata sudah menerapkan konsep Adiwiyata lebih dahulu sebelum sekolah Aralie, lalu Aralie pun bertanya kepadanya dan Fritzy menjelaskan konsep Adiwiyata di sekolahnya, tak terasa mereka mengobrol sampai tengah malam dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pembahasannya besok karena sudah larut malam dan waktunya untuk tidur karena besok masih sekolah.
Pagi harinya, matahari bersinar menerangi pagi yang sangat sejuk Aralie pergi ke sekolah menanti aturan atau program baru dari branding Adiwiyata di sekolah, sesampainya di sekolah Aralie pergi ke bangku belakang seperti biasanya dia memikirkan apa yang dikatakan Fritzy pada malam tadi, ketika dia sedang memikirkan hal itu teman temannya memanggilnya untuk segera menuju ke lapangan sekolah, kata teman teman kelasnya ada pembinaan pagi untuk program baru.
Sesampainya di lapangan sekolah Aralie melihat kepala sekolah yang sudah berdiri siap memberikan pernyataan untuk program baru di sekolah “ murid-murid jadi kalian sudah tau tentang program yang akan dilaksanakan disekolah ini kan ? Yang sudah di share di grup kelas masing masing, yaa jadi disini saya juga menyampaikan sekali lagi untuk program tersebut agar bisa ditaati dan dilaksanakan dengan baik dan benar, untuk mengawali program ini kita awali dengan senam bersama kemudian sarapan dan pemberian tablet tambah darah dan terakhir bersih bersih lingkungan di sekitaran luar sekolah dan di dalam sekolah, oh ya saya hampir lupa sekarang kalau kalian lihat tidak ada lagi tong sampah berwarna merah dan kuning, karena program tanpa plastik membuat kita tidak perlu lagi dengan tong sampah warna merah dan jika ada botol plastik atau gelas plastik dan sejenisnya bisa di buang di tempat yang disediakan dibeberapa tempat seperti depan koperasi, kantin dan ruang guru, itu tempat hanya untuk membuang sampah botol dan gelas plastik, tidak untuk yang lainnya, dan nanti setiap kelas akan ada penilaian kebersihan kelas dan akan di umumkan setiap bulan siapa tertinggi dan siapa terendah alias siapa kelas terbersih dan siapa kelas terkotor“.
Lalu senam bersama dilaksanakan irama musik senam memandu para murid untuk menyesuaikan gerakan, tetapi lagunya sedikit aneh karena seperti program politik yang bisa dijadikan alat propaganda dan juga membuat terngiang-ngiang program baru pemerintah, Aralie menyadari itu tetapi memilih untuk diam, selesai senam para murid melanjutkan dengan sarapan dan pemberian tablet tambah darah, Aralie menyadari banyak anak yang tidak mengonsumsi tablet yang telah diberikan tapi Aralie tetap acuh membiarkan hal tersebut, selesai sarapan para murid melanjutkan dengan bersih bersih lingkungan sekolah dan mereka semua bekerjasama untuk membersihkan selokan, taman, green house, dan sekitaran luar sekolah.
Setelah selesai bersih bersih murid murid membersihkan diri dan kembali masuk ke kelas untuk mendapatkan pembelajaran seperti biasanya, di dalam kelas Aralie sepertinya tertarik dengan konsep Adiwiyata yang dijelaskan oleh kepala sekolah, Levi yang menyadari itu langsung berkata pada Aralie “ eyy lie kamu seneng yah sama program baru itu “ Aralie menjawab dengan santai “ iya cukup senang karena membuat sekolah kita lebih bersih dan indah, aku suka sama kebersihan soalnya lep “ lalu mereka berdua mengobrol santai tentang Adiwiyata, mereka berharap Adiwiyata bisa membuat masyarakat sadar akan keindahan lingkungan dan kebersihannya.
Bel pulang sekolah berbunyi, teman teman kelas langsung kembali pulang ke rumah masing masing tetapi bagi yang piket kelas membersihkan kelas terlebih dahulu baru boleh untuk pulang karena jika tidak piket maka akan dikenakan denda, hari ini hari piketnya Aralie dan juga beberapa temannya, Aralie piket membersihkan kelas dengan menyapunya dan membersihkan jendela, sembari membersihkan Aralie mendengarkan obrolan teman piketnya yaitu Ribka, Regie, Moreen, dan Shasa yang sedang membahas tentang penilaian kebersihan kelas menurut mereka itu program hanya untuk mengurangi biaya operasional kebersihan sekolah, Aralie yang mendengar itu setuju dengan pernyataan mereka karena memang cara seperti itu paling ampuh dan sering digunakan untuk mengurangi biaya operasional kebersihan sekolah. Mereka akhirnya membahas hal tersebut sambil membersihkan kelas hingga pulang sekolah.
Sesampainya di rumah Aralie kembali membuka sosmed dan melakukan obrolan di discord bersama Fritzy dan temannya Fritzy yaitu Lily, mereka mengobrol sambil bermain game Free Fire sambil ngemil Sukro Oven, mereka sembari main game juga membahas mengenai program yang akhirnya diterapkan di sekolah, menurut Aralie program itu bagus lalu Fritzy juga setuju Lily pun begitu tetapi Lily menambahkan kalau program itu bagus bergantung kepada masyarakat sekolahnya, pertanyaan itu disetujui juga oleh Aralie karena sepertinya murid murid sekolah Aralie bukan tipe yang begitu taat aturan bahkan ada guru yang melanggarnya, Aralie hanya berharap program itu bisa dilaksanakan dengan baik dan benar. Tak terasa sudah tengah malam mereka bermain game akhirnya Lily dan Fritzy berpamitan untuk tidur, Aralie pun juga sama berpamitan.
Tiga bulan berlalu, program program sekolah tentang branding Adiwiyata bahkan sampai ada pin sekolah sehat, walaupun seperti itu ternyata setelah tiga bulan berlalu program Adiwiyata mulai kendor dan mulai tidak ada yang peduli lagi dengan Adiwiyata walaupun membersihkan kelas dan selokannya masih berjalan karena adanya sistem peringkat kebersihan yang memaksa murid murid untuk selalu menjaga kebersihan, penilaian kebersihan kelas berdasarkan beberapa kriteria yang hanya diketahui oleh orang yang mengikuti ekstrakulikuler Adiwiyata, begitulah Adiwiyata sudah menjadi ekstrakurikuler yang lumayan banyak peminatnya walaupun mungkin mereka masuk karena fomo atau memang ingin menjaga lingkungan, hanya mereka sendiri yang tau.
Setelah tiga bulan itu juga Aralie menyadari bahwa program Adiwiyata disekolahnya memang bagus tetapi tidak dengan masyarakat sekolahnya yang masih menganggap bahwa Adiwiyata hanyalah tren lewat, yang hanya sebentar bukan kehidupan berkelanjutan, kebanyakan dari mereka tidak peduli dengan lingkungan karena mungkin kebiasaan mereka yang tidak memperdulikan lingkungan dari kecil susah dihilangkan, Aralie yang menyadari itu hanya tertawa karena seperti Khayalan Hijau, dimana Aralie menggambarkan bahwa di dunia ini semua bisa menjaga lingkungan sehat dan hijau walaupun itu hanyalah khayalan saja karena manusia sudah biasa untuk membuat kerusakan kepada alam mereka sendiri.
Waktu Aralie berkhayal tiba tiba Erine dan Kimmy datang mengbuyarkan khayalannya, ternyata Erine dan Kimmy ingin mengajak Aralie untuk ke koperasi membeli jajanan disana, Aralie setuju dengan ajakan tersebut, ketika berjalan menuju koperasi, Aralie melewati ruang guru yang di depannya ada tong sampah yang dimana isinya acak acakan, ada sampah plastik, botol plastik, stick es krim dan lain lain, Aralie hanya bisa geleng-geleng kepala karena kenapa bisa di samping ruang guru ada tempat untuk botol malah ditaruh sampah botol plastik di tong sampah itu, tong sampah itu biasanya untuk dedaunan dan tidak seharusnya ada sampah plastik karena ada program Adiwiyata yaitu pengurangan sampah plastik, Aralie hanya bisa geleng-geleng kepala karena bahkan seorang yang seharusnya menjadi contoh malah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Sesampainya di koperasi Aralie melihat banyak anak anak yang tidak menggunakan wadah sendiri malah banyak yang menggunakan plastik bahkan ada yang menyobek kertas minyak jajan untuk dijadikan wadah padahal itu seharusnya tidak diperbolehkan karena menimbulkan sampah Aralie hanya bisa menghela nafas dan menggeleng kepalanya, ternyata memang manusia tidak bisa menjaga lingkungannya walaupun sudah ada aturan tertulisnya. Setelah Aralie membeli jajanan dengan wadah sendiri dia ingin membayar dan ternyata yang jadi kasirnya itu temannya yaitu Trisha yang menjadi kasir sementara karena kasir koperasi sedang ada kesibukan, Trisha melayani Aralie sambil tersenyum dan menyapa Aralie, Aralie menyapanya balik dan menyemangati Trisha.
Selepas dari kantin Aralie, Erine dan Kimmy duduk dipojok melingkar sambil membahas tentang masalah program program Adiwiyata yang mulai kendor disekolahnya, Aralie sambil sedikit bete mengatakan “ Ihh kenapa sih orang orang susah banget untuk ngejaga lingkungan padahal kan itu gampang banget “, Erine menimpalinya “ yaaa begitulah manusia suka mengotori lingkungan sendiri, bahkan di depan ruang guru aja kan tadi ada tong sampah padahal katanya udah ga pake tong sampah lagi aneh emang”, Kimmy hanya bisa mengomentari sedikit saja “ yaa begitulah, lalalala buat aturan eh dilanggar sendiri upsss “ , Aralie “ iya ih aneh “.
Ketika mereka sedang membahas itu Levi, Oline dan Delynn ikut nimbrung tentang Adiwiyata yang mereka lihat semakin dicuekin, mereka semua akhirnya membahas Adiwiyata yang dimana sudah mulai memudar dan tidak dipedulikan. Ketika mereka sedang asik membahas datang circle dari NA yang ikut nimbrung sambil membawa Makan Siang Gratis yang menjadi program pemerintah, mereka semua akhirnya sambil memakan makan siang tersebut sambil membahas Adiwiyata.
Bel pembelajaran berbunyi mereka semua kemudian langsung kembali ke tempat duduk masing masing dan lanjut pembelajaran seperti biasa, kebetulan hari itu pelajaran yang di ajar oleh salah satu pembina Adiwiyata, setelah pembelajaran selesai Aralie dengan berani bertanya “ Bu kenapa Adiwiyata disekolah kita mulai kendor ? Kenapa ada tong sampah di depan ruang guru ? Kok kek tren lewat aja Bu ini Adiwiyatanya “, bu guru hanya bisa menjawab dengan tidak enak “ yaa karena masyarakatnya begitu tidak peduli lingkungan “, Aralie sadar kalau Bu Melody tidak bisa menjawab tong sampah depan ruang guru, setalah itu Bu Melody keluar dari kelas.
Hari berikutnya Aralie dan teman teman mencoba membuat poster dan video edukasi untuk menyadarkan kembali tentang Adiwiyata yang ada di sekolah, mereka semua membuat itu dengan semangat dan penuh perjuangan agar masyarakat sekitar sekolah kembali sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, Aralie membuat video tersebut bersama Oline dan Delynn agar ramai yang menonton dan mudah untuk menarik minat masyarakat.
Setelah selesai membuat video dan poster mereka menyebarkannya dan mempromosikan kembali program Adiwiyata yang mulai terlupakan, mereka semua berjuang sekeras mungkin agar lingkungan tetap terjaga dan sehat bagi warga atau masyarakat sekolah, Aralie lah yang paling semangat untuk hal tersebut karena dirinya sangat menyukai lingkungan.
Setelah selesai, mereka semua melanjutkan dengan bersih bersih lingkungan bersama teman teman dan warga sekolah, sepertinya hari ini mereka semua berhasil dan membuat warga sekolah sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, mereka semua kembali membersihkan selokan, menanam tanaman, menjaga taman dan lain hal, mereka semua semangat mengerjakan pekerjaan itu untuk membersihkan lingkungan terutama Jabieb, Arif dan Babeh yang dimana mereka bertiga sangat menyukai lingkungan yang sehat dan juga taman yang hijau subur, mereka bersyukur ada Aralie dan teman temannya yang terus menjaga dan mempromosikan kebersihan dan keindahan lingkungan.
Berminggu-minggu berlalu Adiwiyata mulai kendor lagi, Aralie dan teman temannya hanya bisa pasrah mereka semua berfikir kalau seharusnya memang dari dasar atau fundamental manusianya yang harus dibekali dengan pengetahuan lingkungan agar mereka semua bisa menjaga lingkungan agar tetap nyaman, aman, bersih, dan segar. Walaupun begitu mereka semua akhirnya tetap memperjuangkan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk semua orang, mereka sekarang lebih berfokus pada dasar dasar dan juga memperbaiki, menyadarkan dan memberikan wawasan lingkungan kebanyak orang agar bisa membuat lingkungan menjadi lebih baik.
Akhirnya mereka semua tetap melakukan kebaikan itu sampai orang orang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, mereka tetap menggunakan prinsip lingkungan dan menerapkannya ke kehidupan sehari hari seperti mengurangi plastik, mendaur ulang, dan menggunakan kembali. Walaupun masih banyak orang yang masih tidak menjaga lingkungan, Aralie adalah salah satu contoh manusia yang sangat peduli akan lingkungan dan juga terus memperjuangkan tekad untuk membuat lingkungan lebih baik lagi, Aralie hanya berharap orang orang bisa berubah menjadi lebih baik agar semuanya lebih nyaman dan aman, terkadang diwaktu senja Aralie menatap langit yang indah bagaikan lukisan yang Tuhan, berikan kepada manusia, Aralie selalu berkata “ pasti bisa jika diperjuangkan “ dengan nada lembut seperti angin sepoi-sepoi di waktu senja dekat pantai yang membisikan nyanyian ombak, Teman temannya juga sama mereka selalu berkata “ Pasti bisa “ untuk menyemangati diri mereka agar bisa terus memperjuangkan lingkungan agar tetap terjaga keindahannya. TAMAT.
Calvados: “oii Rego dari tadi baca apaan serius amat “
Rego: “ Baca cerpen buatan gua la emang kenape dos “
Calvados: “emang lu bisa buat cerpen ?”
Rego; “bisa dong, ngece ya lu”
Calvados: “tulisan jelek gini, alur gajelas, tanda ga jelas”
Rego: “ nape ga seneng, namanya juga belajar dos”
Calvados: “ tanda bacanya benerin dulu sono “
Rego: “ iye iyee “
Calvados: “ Ya udah, bersihin lingkungan dulu gih “
Rego: “ iyee siap “
Calvados: “ bagus bagus dari pada ngesarkasin Gita, mending bersih bersih lingkungan biar lebih jelas aje“
Rego: “okee, dehh”
Calvados: “ yuk gaskenn”
Rego: “ ayok”
Mereka berdua akhirnya melakukan bersih bersih lingkungan sambil membahas cerpen buatan Rego yang ditulisnya sendiri, ternyata judul cerpen yang diberikan Rego adalah Khayalan Hijau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar