Di persimpangan jalan, jiwa terluka
Dalam sunyi kalbu, asa sirna
Terjebak dalam nirwana nestapa
Di seutas tali, takdir 'kan tiba
Namun, di balik gelapnya malam
Seberkas cahaya, hadirkan senyum
Tangan terulur, penuh karuna
Bebaskan jiwa, dari lara nestapa
Bukan aku, yang pantas menerima
Namun, kaulah dewa penolong jiwa
Dengan hati tulus, penuh kasih
Kau berikan aku, kesempatan suci
Dunia baru, terbentang di sana
Dengan warna-warni, bukan lagi hampa
Senyum merekah, air mata mengering
Kebahagiaan datang, jiwa pun berseri
Kini ku tahu, hidup itu anugerah
Tak ternilai harganya, jangan menyerah
Meski terjal, jalan yang kupijak
Kan ku tempuh, dengan langkah mantap
Terima kasih, atas karuna itu
Untuk kembali, menjadi diriku
Janji ku, kan ku jaga selalu
Hidup ini, kan ku isi dengan arti
- Anonim ( tidak diketahui )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar